Menjadi Tuan Di Laut Sendiri Bag2

Industri pengolahan ikan di seluruh Indonesia sekarang ini mengalami kesulitan pasokan bahan baku dan terpaksa bekerja dengan kapasitas minimal. Akibat keringnya pasokan, pada Juni lalu pemerintah mengimpor 2.000 ton ikan untuk mengatasi kekurangan pasokan industri pengolahan dalam negeri. Fakta ini tentu saja tidak ”selaras” dengan pernyataan Menteri Susi bahwa ketersediaan ikan Indonesia melimpah setelah kapal-kapal asing ditenggelamkan. Artinya, kecukupan pasokan bahan baku ikan untuk industri pengolahan dalam negeri seharusnya menjadi patokan dalam memberikan izin bagi usaha perikanan tangkap. Menteri Susi boleh saja menghentikan pemberian izin untuk investor asing, tapi pada saat yang sama ia perlu menyiapkan regulasi yang memudahkan pengurusan izin kapal-kapal lokal.

Fakta di lapangan saat ini menunjukkan izin bagi kapal lokal dengan pemodal dalam negeri pun tidak gampang didapatkan. Kesulitan mengurus izin kapal lokal inilah yang, antara lain, diduga menyebabkan menurunnya pasokan ikan bagi industri pengolahan dalam negeri. Kehati-hatian Menteri Susi dalam memberikan izin bagi kapal lokal memang perlu. Tapi itu bukan berarti semua pemain lokal harus dicurigai menjadi ”boneka” investor asing sehingga izin kapalnya dihambat.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *