Deteksi Diabetes Gestasional

Mama, apakah sudah melakukan pemeriksaan kadar gula darah? Soalnya, di trimester 2 ini bisa terjadi diabetes gestasional, sekalipun Mama bukan penderita diabetes. Betul, Ma. Meski Mama bukan penderita diabetes, tak tertutup kemungkinan bisa mengalami diabetes gestasi onal (DG) saat hamil, yakni diabetes yang diperoleh karena kehamilan. DG terjadi akibat tingkat resistansi insulin yang berlebihan.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Saat hamil terjadi peningkatan hormon-hormon plasenta yang menyebabkan terjadinya disfungsi kerja hormon insulin, keadaan ini dina makan dengan resistansi insulin. Nah, peningkatan resistansi insulin pada kehamilan terjadi di trimester 2, sejalan dengan matangnya fungsi plasenta yang mengakibatkan terjadinya pe ningkatan sekresi hormon plasenta yang notabene berhubungan erat dengan DG. Itulah mengapa, trimester 2 adalah saat tepat untuk mendeteksi ada-tidaknya DG pada mamil.

Menurut American Diabetes Association tahun 2004 prevalensi DG di seluruh dunia diperkirakan lebih 7% dari seluruh perempuan hamil. Sedangkan menurut data Federasi Diabetes Dunia (IDF) pada 2013. Sekitar 16,9% perempuan hamil mengalami hiperglisemia (peningkatan kadar gula dalam darah dan 16% di antaranya mengidap diabetes pada keha milan. Di Indonesia, angkanya bervariasi berkisar 1,9%-3,6% dari seluruh kehamilan.

Mengacu pada angka-angka tersebut, maka dalam jangka panMang diperkirakan sekitar 50% penderita DG ini akan berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2 setelah 5-10 tahun ke depan. Tak heran bila penelitian seputar DG terus dilakukan, dari kejadian DG, bagaimana mencegah dan mengatasinya, hingga hal-hal yang mungkin akan dialami oleh penderita DG. Berikut sejumlah penelitian penting tentang DG yang diulas oleh dr. Silvia Dewi, SpPD.

# Perbanyak porsi sayuran hijau dan kacang-kacangan agar terhindar DG. Penelitian yang dilakukan oleh University of Massachusetts menemukan, mamil yang mengidap DG biasanya memiliki pola makan kurang baik, yakni jarang mengonsumsi sayuran hijau dan kacang-kacangan. Dari survei yang dilakukan untuk menunjang penelitian ini, kebanyakan mamil dengan DG juga masuk kategori obesitas, pernah mendapat diagonis prediabetes atau malah masuk dalam kategori berisiko diabetes.

Sumber : pascal-edu.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *