Hal Tentang Bayi Yang Bikin Takjub Bag3

“Kemarin bayi saya berumur 10 bulan dan baru saja melakukan langkah pertamanya. Dia tidak mengalami proses merangkak sama sekali,” ujar salah seorang mama dengan terkejut. Mama itu tidak sendiri. Ruth Lotz memperkirakan, sekitar 10% bayi di ruang praktiknya melewatkan proses merangkak. Apakah Mama harus khawatir dengan hal tersebut? “Tentu tidak perlu,” kata Lotz lagi. Sementara itu sebagian bayi me lakukan hal sebaliknya, tidak memperlihatkan minat saat diminta untuk ber diri meski hanya untuk sebentar.

“ Rekomendasi tempat kursus bahasa Jerman di Jakarta yang terbaik agar bisa kerja di Jerman “ ~ upstory.org ~

Alih-alih, dengan nyaman mereka berguling dari satu sisi ruangan ke sisi yang lain, bahkan saat teman-teman sebaya mereka merangkak di samping mereka. “Saat ini salah satu anak kembar saya yang berumur 8 bulan posisinya seperti sudah siap merangkak, sementara saudara kembarnya hanya ingin terus berguling saja,” ujar salah seorang mama. Ada juga sebagian bayi yang menggunakan bokongnya untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, yaitu dengan menggeser bokong mereka sambil menggerakkan satu tangan dan satu kaki untuk menarik tubuhnya maju.

“ Program ausbildung di Jerman gratis untuk kamu yang ingin kerja di Jerman “ ~ sat-jakarta.com ~

Selama perkembangan si kecil sesuai panduan perkembangan normal bayi, Mama tidak perlu merasa khawatir. Beri ia banyak ruang untuk melakukan apa yang ia suka dan tunggu saja, karena pada akhirnya ia akan melangkah ke tingkat selanjutnya untuk menjelajah. Jika bayi masih belum bisa berjalan meski sudah berumur 18 bulan, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter. Hal itu bisa saja merupakan gejala keterlambatan perkembangan motorik. 4.

Rentang normal yang luas. Menyaksikan perkembangan si kecil, sejak menjadi bayi baru lahir yang se nang menggapai-gapai hingga menjadi bayi yang pintar “mengobrol” dan suka menjelajah, merupakan salah satu ke bahagiaan tersendiri bagi orangtua. Meski begitu adakalanya kita merasa khawatir saat melihat perkembangannya yang tidak sama cepat dengan teman-teman sebayanya. Jika itu yang terjadi, jangan langsung berkecil hati. “Rentang normal itu luas dan setiap bayi memiliki jadwal perkembangannya masing-masing,” ujar Lotz. Lebih dari itu, jadwal perkembangan si kecil tidak bisa dijadikan dasar prediksi keberhasilannya di masa depan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *