Kisah Rumah Boneka di Gunung Toga Bag4

Karya-karya lakonnya pun mulai dipelajari, dan Rumah Boneka mendapat perhatian utama,” ujar Shuji Ishizawa. Naskah drama tiga babak itu pun, menurut Ishizawa, mulai dipentaskan dan sangat diterima masyarakat yang memang saat

itu sedang semangat-semangatnya melakukan perubahan besar, terutama sangat menginspirasi kaum perempuan sehingga bisa dikatakan sebagai penanda awal bangkitnya feminisme di Jepang. Lakon Rumah Boneka memang sangat berpihak kepada eksistensi perempuan melalui tokoh utamanya, Nora, sekaligus seperti umumnya naskah Ibsen yang penuh kritik halus atas kemunafkan.

Irama tragis (poema, pathema, mathema) keseluruhan lakon berjalan atas perkembangan karakter istri tokoh Helmer ini. Nora (diperankan Sari Mulyati), yang begitu dikasihi Helmer (Dedi Warsana), semula menyembunyikan rahasia beriktikad dan melakukan tindakan pemalsuan tanda tangan demi uang pinjaman dari Krogstad (Heksa Ramdono) untuk menolong ayah yang sakit dan suami yang masih melarat, poema.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *