Cegah Hepatitis A Bag3

Pencegahan Non-Spesifik

Perubahan perilaku untuk mencegah Hepatitis A terutama dilakukan dengan meningkatkan sanitasi, antara lain: # Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) secara benar pada 5 saat kritis, yaitu: 1. Sebelum makan. 2. Sebelum mengolah dan menghidangkan makanan. 3. Setelah buang air besar dan kecil. 4. Setelah mengganti popok bayi. 5. Sebelum menyusui bayi.

“ info lengkap mengenai beasiswa kuliah di Jerman gratis untuk S2 – S3 “ ~ upstory.org ~

# Pengolahan makanan yang benar, meliputi: • Menjaga kebersihan dengan selalu mencuci ta ngan sebelum memasak dan keluar dari toilet; mencuci alat-alat masak dan alat-alat makan. Dapur pun harus selalu dijaga agar bersih. • Memisahkan bahan makanan matang dan mentah, simpan di tempat/wadah berbeda. Gunakan alat berbeda untuk keperluan dapur dan untuk makan. • Memasak makanan sampai matang pada suhu minimal 85° C, terutama daging, ayam, telur, dan makanan laut. Selain itu, panaskan makanan yang sudah matang dengan benar.

  • Menyimpan makanan yang sudah dimasak dan makanan yang cepat rusak pada lemari pendingin (suhu di bawah 5° C). Jangan biarkan makanan disimpan dalam suhu kamar lebih dari dua jam. • Menggunakan air bersih dan bahan makanan yang baik. Pilih bahan makanan yang segar (belum kedaluwarsa) dan menggunakan air yang bersih. Cuci buah dan sayur menggunakan air yang meng alir. # Membuang tinja di jamban yang saniter, menyediakan air bersih di jamban, serta memastikan sistem pendistribusian air dan pengelolaan limbah berjalan dengan baik.

Pencegahan Spesifik

Pencegahan spesifik Hepatitis A dilakukan dengan imunisasi. Proses ini bisa bersifat pasif maupun aktif. • Imunisasi pasif dilakukan dengan memberikan Imunoglobulin. Tindakan ini dapat memberikan perlindungan segera, tetapi bersifat sementara. Imunoglobulin diberikan segera setelah individu kontak atau untuk pencegahan sebelum kontak, diberikan dalam 1 dosis secara intra-muskular.

Efek proteksi bisa dicapai jika Imunoglobulin diberikan dalam waktu selama 2 minggu setelah terpajan. • Imunisasi aktif. Memberikan efektivitas yang tinggi pada pencegahan Hepatitis A. Vaksin dibuat dari virus yang di-inaktivasi (inactivated vaccine). Vaksin ini relatif aman dan belum ada laporan tentang efek samping dari vaksin kecuali nyeri di tempat suntikan. Vaksin diberikan dalam 2 dosis dengan selang 6—12 bulan secara intramuskular di daerah paha.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *