Jadi Galak Setelah Ayah Wafat

Ibu mayke yang baik, keponakan saya (6) baru saja ditinggal ayahnya yang meninggal mendadak . Entah mengapa sekarang ia jadi galak. Kadang sama ibu dan anggota keluarga lain ia suka membentak. Padahal sebelumnya tidak seperti itu. Bagai mana cara pena nganannya ya, bu? Saya sudah berusaha menghiburnya dengan mengajaknya jalan-jalan ke mana pun ia mau. Kakak saya (ibu si anak) masih berduka, susah melupa kan almarhum suaminya. Tolong berikan solusinya ya, bu mayke. Terima kasih. Dhyningsih astuti – jakarta.

“ info lengkap : cara magang ke Jepang gratis lulusan SMA/SMK “ ~ upstory ~

Menangani anak yang perilakunya berubah setelah kematian ayah bisa dilakukan de ngan membicarakan kesedihannya. Perilaku suka membentak, marah-marah dan menjadi galak merupakan gejala depresi akibat kehilangan orang yang sangat dia cintai. Menghibur dengan cara mengajaknya berwisata tidaklah cukup, lebih baik dekati anak dan ajak dia membicarakan tentang rasa ke hilangan dan rasa sedih yang teramat dalam akibat ayah sudah pergi mendahuluinya. Biasanya sesuai dengan budaya kita, sering kali keluarga tidak mau membicarakan dan menunjukkan rasa kehilangan secara terangterangan, seakan-akan hal ini tabu.

Sebenarnya dari sudut pandang psikologi, cara terbaik mengatasi rasa kehilangan adalah berbicara secara terbuka. Kalau pihak yang terlibat sampai harus me nangis, tidak apa-apa, sebab menangis itu sehat, bisa mengeluarkan segala perasaan yang menekan sehingga akan dicapai rasa lega. Anak maupun ibunya membutuhkan dukungan dari keluarga dengan mencoba memahami kesedihan mereka. Kalau perlu ibu dan anak bertangis-tangisan karena terkenang ayah yang telah tiada. Kemukakan pada anak, ketika dia sedih, tidak usah ragu menyatakan kesedihannya.

Dampingi anak dan ibunya untuk menghadapi situasi yang sulit ini, karena mereka butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi dalam sistem keluarga. Dhyningsih bisa membicarakan apa kekhawatiran yang dihadapi mereka. Misal, masalah keuangan, rencana kedepan, pendidikan untuk anak, dan sebagainya. Bisa saja konsultasikan ke Psikolog Klinis Anak (untuk anak) dan Psikolog Klinis Dewasa (untuk Ibu). Silakan menghubungi Klinik Terpadu Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Saya ikut berduka atas meninggalnya kakak ipar Anda, semoga Tuhan memberikan jalan keluar terbaik untuk kakak dan keponakan Anda.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *