Warisan Sukarno  Bag2

Wahid mengalami hal serupa saat menghadiri Turnamen Badminton Vete ran di Sochi tahun lalu. Dia terkejut ketika panitia memutar lagu Rayuan Pu lau Kelapa dalam bahasa Rusia. ”Seorang anggota panitia menuturkan bahwa lagu itu sangat terkenal di zaman Sukarno.” Bahkan, saat Wahid menghadiri acara di Museum of Ocean World di Kaliningrad, Juni lalu, seorang pria sepuh mendatanginya dan menyerahkan akordeon tua peninggalan kakeknya. Pria itu, kata Wahid, mengatakan bangga akhirnya Indonesia hadir di Kaliningrad, lalu mengisahkan kenangan masa kecilnya ketika Sukarno datang ke Rusia pada awal 1960-an. ”Legacy Sukarno ternyata memudahkan pekerjaan saya. Bahkan baru kali inilah saya merasa benar-benar menjadi seorang ’pejabat’ duta besar,” ujar mantan Duta Besar untuk Uni Emirat Arab dan konsul jenderal di Melbourne, Australia, ini.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *