Ayo, Pukul Aja! Matiin Bag3

“Balita yang tumbuh di era digital ini hampir setiap hari disajikan beragam tontonan kartun melalui gadget milik orangtuanya. Waktu yang dihabiskan sekitar 2—4 jam. Sungguh memprihatinkan!” ujar Widuri. Orangtua, lanjutnya, harus cerdas dalam memberikan kesempatan kepada anak untuk membuka situs-situs ramah anak dan harus lebih waspada terhadap situs-situs yang dapat memberikan pengaruh buruk kepada anak.

Baca juga : tempat kursus ielts di jakarta

Siti Nurjanah (29) mengaku selalu mengawasi game online yang di-download oleh buah hatinya di handphone. “Kalau ada mainan yang tidak bermanfaat, saya hapus aplikasinya, lalu saya download yang lebih mendidik. Misalnya, aplikasi belajar huruf, angka, bentuk, atau warna yang ada permainanya. Jadi, sambil bermain bisa belajar dan menambah pengetahuannya. Dia juga senang dengan permainan itu. Ada juga game boneka merapikan kamar yang dia download, tidak apa, asal dibimbing dan ambil positifnya, karena game tersebut mengajari anak untuk mandiri atau rajin membantu ibu merapikan kamarnya,” tulis Mama dari Amanda Nur Camellia (4) di fanpage FB nakita.

Rima Devianty (26) juga mengizinkan ketiga anak perempuannya, Rahmi (7) dan si kembar Ina & Ani (4) bermain game online, “Tetapi dengan syarat, hanya pada waktu-waktu tertentu dan game-nya yang sudah saya download untuk tujuan pembelajaran. Jadi, ada ilmu yang bisa diterapkannya dalam kegiatannya sehari-hari, seperti: game memasak, membersihkan ruangan, belajar huruf hijaiyah, belajar mewarnai, berhitung, tebak gambar binatang, dan lainnya.” Mama lainnya, Fransiska Saptarini (46), sempat waswas karena buah hatinya, Nikholaus Aria W (5), tak pernah lepas dari handphone. “Saya sampai bingung bagaimana cara mengatur waktu anak untuk bermain game.

Akhirnya saya jadwal, ia boleh bermain HP asal setelah pulang sekolah dan sore hari setelah mamanya pulang kerja. Puji Tuhan, anak saya mau diatur walaupun sempat nangis.” Sementara Eva MB (38) membatasi konten yang bisa diakses anaknya, M. Akhtar Khawarizmi (9) dengan mengatur perangkat handphone sang anak agar aman, selain juga memberikan pengertian dan batasan waktu bermain. Bagaimanapun, kitalah sang pemegang kunci keamanan bagi sang buah hati. Sepakat, ya, Mama Papa!

Sumber : https://westwoodprep.com/id/

Leave a comment

Your email address will not be published.