Para Hadirin bag5

Kata ”ulama” yang diserap dari bahasa Arab merupakan bentuk jamak dari kata ”alim” (orang berilmu). Karena itu, kata ”ulama” yang berarti ”orangorang yang berilmu” tidak perlu diawali dengan kata penyerta ”para” karena jika diterjemahkan ”para ulama” sama dengan ”para orang-orang yang berilmu”. Seharusnya kita cukup mengucapkan dengan kalimat ”para alim” (bentuk tunggal) atau langsung saja: ”ulama yang terhormat/ulama yang saya hormati/ulama yang saya muliakan”. Tentu karena tak terbiasa, mengucapkan kata pembuka ”para hadir” dan ”para alim” atau ”ulama yang saya hormati/muliakan” terasa dan terdengar tidak nyaman. Dalam urusan bahasa, lebih baik menggunakan kaidah yang benar sekalipun kurang biasa di telinga.

Leave a comment

Your email address will not be published.