Gunakan Internet dengan Aman

Semua orang meninggalkan jejak saat berselancar di internet. Jejak ini dapat dieksploitasi oleh pemeras atau penjahat. Memang repot untuk melawan penjahat internet, tetapi anda harus melakukannya. Coba Anda pikir: Anda berjalan di sebuah kota diikuti oleh sekelompok orang yang melakukan survei setiap detail aktivitas Anda. Kelompok ini akan mencatat setiap langkah dan tindakan yang Anda lakukan, termasuk saat Anda membeli sesuatu dari berbagai toko. Setelah Kejadian tersebut, dalam beberapa jam ke depan sesuatu yang aneh mulai terjadi. Ketika Anda berjalan ke sebuah toko, pedagang di toko tersebut sudah tahu apa yang Anda cari.

Segera setelah Anda melangkah keluar dari toko, sekelompok orang lain akan menawarkan brosur iklan yang mempromosikan semua hal yang sedang Anda cari. Hal seperti di atas akan benar-benar tidak bisa diterima jika terjadi di dunia sebenarnya, bukan di Internet. Melalui World Wide Web, setiap browser dirancang untuk menampilkan identifikasi tag (disebut juga “user agent”) setiap kali me ngunjungi halaman website, serta menggunakan “referrer” untuk mengidentifikasi website yang baru saja Anda gunakan. Setiap operator website dapat menyimpan informasi pengunjung pada hard disk dalam bentuk browser cookie.

Jika informasi seperti ini disimpan dalam bentuk “super cookie”, informasi dapat melintas antar-browser. Jadi, ketika Anda mengunjungi website yang sama, website akan mengidentifikasi Anda dan menggunakan cookie untuk menampilkan kebiasaan Anda. Cookie juga dapat memberikan Anda iklan-iklan tematis. Kejadian seperti ini masih bisa diterima karena setiap website akan mengawasi para pengunjung portalnya. Namun, yang bahaya adalah cookie dari pihak ketiga. Ambil contoh Google. Terlepas dari apakah Anda mengunjungi website berita utama, blog aneh, atau forum, Anda akan dihadapkan dengan tampilan Google dan pelacak (tracker). Semua potongan informasi akan dikumpulkan di Google.

Dengan cara ini, Google dapat mengidentifikasi website-website yang dikunjungi oleh browser yang sama. Selain permintaan pencarian, Google juga mengumpulkan informasi dari website dan layanan milik mereka sendiri. Jadi, setiap klik yang Anda lakukan dapat menggambarkan profil rinci dan minat Anda. Seiring dengan Google, selusin pelacak lainnya turut menyerbu website komersial. Semuanya mengumpulkan jejak dan menjualnya untuk iklan provider.

Merawat Kulit Agar Sehat Dan Cantik

Tuntutan perempuan di era modern harus selalu terus menjaga kesehatan dan penampilan serta tampil lebih percaya diri setiap saat. Hal yang sayang sekali tidak dimiliki oleh perempuan sibuk adalah Me Time! Merawat diri ataupun mencari solusi untuk menyenangkan diri pun menjadi salah satu permasalahan yang patut diperhatikan.

Memahami kebutuhan tersebut, Bio-Oil bersama Beauty Boggers Meet-Up ikut berpartisipasi dalam acara Beauty Showcase 2015, menghadirkan talkshow bertema “Happy Skin, Beautiful Inside Out” di Senayan City, Jakarta (22/02). Corporate Spokesperson PT Radiant Sentral Nutrindo yakni Tiara Dwijayanti Lestari telah mengungkapkan bahwa, Tujuan kami ialah membentuk wanita agar memperoleh kulit yang sehat dan bahagia. Sehingga dapat tampil lebih percaya diri ketika melakukan aktivitas kesehariannya. Dengan motto Happy Skin is Happier Life.

Untuk mendapatkan kulit yang sehat, menurut Nurhayati ni, Product Manager, PT Radiant Sentral Nutrindo, seorang perempuan perlu memberikan asupan nutrisi yang seimbang pada kulitnya, baik dari luar maupun dalam. Sementara Bio-Oil merupakan produk perawatan kulit untuk membantu memperbaiki permasalahan kulit, khusunya scars dan stretch mark.

Bio-Oil juga efektif untuk kulit dehidrasi, mencegah penuaan dini, serta meratakan warna kulit yang tidak merata pada bagian wajah dan tubuh. BioOil diketahui sebagai DryOil yang bisa menyerap dengan cepa karena itulah tidak akan ada minyak lagi. Yang dibuat melalui terobosan bahan aktif dari Purcellin OilTM yang disatukan dengan vitamin A dan C. Tak hanya itu saja, campuran ekstrak dari tumbuhan alami seperti kalendula, rosemary, lavender dan kamomol nonacnegenic.

Gerakan Cegah Osteoporosis

Puncak peringatan ke-12 Hari Osteoporosis Nasional yang berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia, dihadiri oleh Mufi dah Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Gubernur DKI Jakarta, serta 15.000 generasi tua dan muda. Kampanye juga dihadiri Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi), Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi), dan Fonterra Brands Indonesia.

Ketua Perosi yakni Dr. Nicolaas Budhiparama, SpOT(K), mengungkapkan bahwa, Perosi dengan Fonterra Brands Indonesia telah melakukan banyak sekali kegiatan dalam mencegah terjadinya osteoporosis sudah lebih dari 10 tahun yang lalu.

Salah satunya dengan memperkenalkan senam pencegahan osteoporosis I dan II serta Osteo Dance.” Senam tersebut sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik, diharapkan dapat memelihara serta meningkatkan kekuatan dan kepadatan tulang bila dilakukan dengan baik, benar, terukur dan teratur (BBTT).

Saat yang sama, Paul Richards, Presiden Direktur Fonterra Brands Indonesia, mengatakan, “Fonterra melalui brand ANLENE secara konsisten mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai pentingnya pencegahan osteoporosis sejak dini. Selain mengonsumsi makanan dan minuman berkalsium, kami juga mengedukasi masyarakat untuk rajin bergerak.” Pihaknya juga secara terus-menerus melakukan pemeriksaan dini kepadatan tulang (Bone Scan) ke lebih dari satu juta orang Indonesia tiap tahunnya.

Pencegahan osteoporosis dapat dilakukan melalui aktivitas fisik/latihan fisik dengan pembebanan, paparan sinar matahari (vitamin D), serta gizi seimbang dengan kalsium dosis tinggi. Kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh adalah 1.000 mg untuk usia 19—50 tahun dan 1.200 mg untuk usia diatas 50 tahun. Konsumsi susu kalsium tinggi dapat membantu mengurangi risiko osteoporosis.

Untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing dapat mengikuti pelatihan di tempat les terbaik berbahasa Perancis di Jakarta.