Seputar Puasa Dan Gizi

Kita sering kali bingung mengenai pola makan dan asupan gizi yang tepat saat berpuasa. Nah, dengan adanya penjelasan dari Tim Unit Gizi RS Meilia Cibubur yang dibuat dalam bentuk tanya-jawab ini, semoga menjadi jelas ya, Mama Papa.

¦ Bagaimana mengatur pola makan yang tepat dan sehat saat berpuasa? Saat berpuasa, total kalori yang masuk tidaklah berbeda dengan biasanya ketika tidak berpuasa. Demikian juga dengan komposisi makanannya. Yang berubah hanyalah jadwal makan dan porsinya saja. Pembagian porsi makanan saat berpuasa, yaitu: sahur 40%, buka puasa 50%, dan selesai salat Tarawih 10%. Jadwal atau pola makan bagi yang berpuasa dapat diatur sebagai berikut: makan sahur, makan berbuka, makanan lengkap (setelah magrib), dan makanan kecil (setelah salat Tarawih).

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

¦ Apa saja jenis makanan atau menu yang dianjurkan saat sahur dan berbuka puasa? Buka puasa dimulai dengan makanan manis agar cepat mengganti kadar gula darah yang sudah turun dan sebaiknya sesuai dengan suhu tubuh (hangat). Yang bisa disajikan, misalnya, kurma, kolak, koktail buah, dan teh manis. Tak perlu banyak-banyak. Ingat, batasi penggunaan gula, kecuali gula buah yang berasal dari buahbuahan. Untuk sahur, santaplah makanan dengan komposisi gizi lengkap. Karbohidrat, bisa dipilih dari nasi atau roti atau kentang atau bihun. Protein hewani dari ikan/ayam/telur/daging, atau protein nabati seperti tahu atau tempe. Lemak dari minyak sayur. Sayur dan buah. Susu 1 gelas. Air minum 3 gelas.

¦ Bagaimana dengan penderita DM atau obesitas dalam hal anjuran berbuka dengan makanan dan minuman manis? Pasien dengan obesitas sebaiknya mengonsumsi minuman dengan pemanis dari buah segar, seperti jus melon tanpa gula dan es. Sedangkan pasien diabetes dianjurkan menggunakan gula khusus buat penderita diabetes ¦ Bagaimana dengan pengaturan jadwal makan, apakah sebaiknya makan berat dilakukan setelah salat Magrib atau Tarawih? Makan berat sebaiknya dilakukan setelah salat Magrib agar organ pencernaan punya waktu cukup untuk mengolah makanan dan tidak terjadi obesitas. Jika setelah salat Tarawih, beri jarak dua jam setelah makan baru boleh tidur, karena makanan sudah tercerna.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *