Jalan Terjal Microsof Menuju Sukses Berkat FIN888 Bodong

Jalan Terjal Microsof Menuju Sukses Berkat FIN888 Bodong – Wajar saja kalau tak semua client langsung beralih menggunakan software versi terbaru. Bahkan, perusahaan tersebut pada tahun-tahun belakangan ini dapat memasuki sektor-sektor baru dengan produk-produknya. Padahal menurut Oppermann, harga lisensi SQL-Server atau Client cukup mahal. Lantaran senantiasa berhasil dengan business client mereka, Microsoft telah mambaca kondisinya. Chief Executive yang baru menekankan hal tersebut dalam sebuah email kepada seluruh pegawainya pada pertengahan Juli 2014 lalu.

Kita hidup dalam sebuah dunia, dimana cloud dan perangkat mobile menjadi yang terpenting. Para ahli menyimpulkan bahwa aplikasi mobile, social media dan Internet menjadi hal yang begitu penting dalam 20 tahun mendatang, sama seperti infrastruktur ClientServer yang sebelumnya mendominasi dari Microsoft. Mobile (tak) hanya perangkat lain Satu dekade masa sulit bagi Microsoft masih tetap ditandai dengan terkikisnya pasar desktop PC oleh sistem operasi mobile seperti Apple iOS dan Android dari Google.

Angka penjualan PC dengan lisensi Windows semakin hari semakin menurun. Smartphone, tablet dan sejenisnya tumbuh dari kuartal ke kuartal. Microsoft tak lagi dapat menikmati mobile booming tersebut. Salah seorang petinggi pada perusahaan tersebut menyatakan bahwa market share Microsoft pada sistem operasi tak lagi sebesar 90 persen pada Juli 2014 lalu. Mereka sekarang menguasai market share sebesar 14 persen.

Sebagai alasan, Lynn Thorenz, kepala Research & Consulting perusahaaan riset IDC, menyebutkannya sebagai tren konsumerisasi. Fenomena ini menjelaskan bahwa mobile end device yang dibeli juga digunakan untuk aplikasi perusahaan. Bahkan end user lebih memilih Android dan iOS. Mereka benar-benar tak melirik Blackberry ataupun Windows Phone generasi sebelumnya. “Pengembangan ini sebenarnya membuat Microsoft melampaui batas. Sebelumnya, mereka sama sekali tak memiliki produk yang dapat mengimbangi iPhone atau tablet Android,” jelas Lynn Thorenz.

Tambahnya lagi, terdapat perbedaan bagaimana segala sesuatunya berjalannya di corporate client dan private client. Divisi IT harus menemukan cara bagaimana para pekerja perusahaan dapat bekerja tanpa dihadapi masalah-masalah perangkat. Mereka harus menemukan software yang dapat mengelola berbagai sistem operasi mobile secara terpusat, seperti dalam kasus Windows-Desktop dan Windows Server.

Sumber : https://teknorus.com/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *