100 Tahun Menjaga Perak Celuk Bag15

Ada juga yang masih bertahan dengan mengandalkan alternatif pasar domestik, seperti Anom Gallery milik I Kadek Anom Astabrata. ”Harga barangnya memang lebih murah dibanding pasar untuk turis asing. Tapi yang penting bisa membiayai operasional,” katanya. Anom mengkombinasikan penjualannya dengan perhiasan emas yang diminati penduduk lokal Bali. Belakangan, ia mengembangkan usaha dengan mendirikan minimarket dan rumah sakit. Semangat untuk bangkit itu juga ditunjukkan oleh anak-anak muda Celuk. Pada 2009, mereka mendirikan Celuk Design Centre, guna terus memperbarui desain perak dan membangun jaringan pemasaran. Pada Agustus lalu, mereka menggelar Celuk Jewelry Festival. Selain pameran, festival itu diisi dengan seminar tentang digital marketing, fashion jewelry show, dan peluncuran kampung UKM digital. Ketua panitia, Ketut Widi Putra, menyatakan mereka menyadari kesalahan di masa lalu dengan lemahnya kebersamaan. ”Kini harus bersatu di era persaingan global dengan menguasai teknologi dan Internet,” ujarnya.

Leave a comment

Your email address will not be published.