Bangganya Punya Anak Sukses

Lani Djuwita, ibunda juara IMSO (International Math Science Olympiad) 2013: Juoan Nadia (12) “Prestasi yang dicapai Joan adalah hasil ketekunannya. Ia tergolong anak yang disiplin. Dalam keseharian, ia sudah memiliki kesadaran sendiri untuk belajar, meski saya tidak mewajibkannya untuk itu. Saya harus !eksibel, agar anak tidak stres. Biasanya bila sedang tidak ada lomba, Joan akan menyiapkan dan mengerjakan tugas-tugas rutin sekolahnya. Itu saja sudah menghabiskan banyak waktu. Jadi, saya tidak pernah memaksakan ia melakukan latihan untuk mempersiapkan lomba.

Berbeda bila sedang musim lomba. Joan akan meluangkan waktu untuk belajar rutin setiap hari. Bahkan, ia rela mengorbankan aktivitas lainnya, seperti: latihan pianonya diliburkan dulu. Saya tidak perlu membuatkan jadwal khusus, Joan sudah bisa mengatur waktunya sendiri sehingga ia bisa lebih fokus. Untuk keperluan belajar untuk lomba, biasanya Joan akan meluangkan waktu secara khusus rata-rata 2 jam per hari. Joan belajar sambil ngemil atau mendengarkan musik.

Tak pernah saya memang membuat target untuk prestasi Joan, khawatir ia jadi stres. Saya hanya berpesan, do the best. Saya sering mengajak Joan ngobrol. Intinya, dia memiliki kemampuan lebih, untuk itu harus memiliki tanggung jawab, baik ke sekolah maupun instansi yang turut mendukung dan membentuk prestasinya. Dia uga harus bertanggung jawab kepada Tuhan yang sudah memberikan talenta istimewa. Saya tekankan ke Joan, ini yang terberat. Memang menjadi lebih berat bagi Joan. Tapi, itu akan membuatnya lebih berhati-hati.

Tugas lain dari orangtua adalah memberi dukungan moril agar mentalnya lebih siap ketika ia menang maupun ketika belum berhasil menjadi pemenang. Selain juga, mendampingi dan memberi dukungan setelah usai pertandingan, karena umumnya pelajaran sekolah dan tugas-tugasnya tertinggal sehingga ia harus mengejar ketertinggalan tersebut. Di sinilah orangtua sangat berperan. Saya terkadang sampai membantu mengerjakan tugastugas, seperti kliping, tapi sebatas menempel saja. Untuk materi, tetap Joan yang memilih.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *