Sektor Perkebunan Dukung Program “Bekerja“

TahUn ini Kementerian Pertanian me – luncurkan Program “Bekerja” atau Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera. Gerakan pengentasan kemiskinan ini berbasis per – tanian. Mentan Amran berharap, program ini dapat menjadi solusi permanen me – nyasar jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Ditjen Perkebunan turut mengambil bagian dalam program yang menjangkau 1.000 desa di 100 kabupaten di Indonesia tersebut melalui bantuan bibit. Setelah program peningkatan produksi pangan sukses, kini Kementan mulai mengalihkan fokus ke perkebunan. Men – teri Pertanian Andi Amran Sulaiman ingin mengembalikan kejayaan komoditas per – kebunan seperti pada masa lalu.

Kemen – tan memulai langkah awalnya di Desa Cikencana, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, Jabar, Senin (23/4). Ditjen Perkebunan mem berikan bantuan berupa 1.500 ba – tang bibit kopi arabika dan empat ton pu – puk organik. Bantuan bibit untuk rehabilitasi dan in – tensifikasi APBN 2018 yang dialokasikan ke Provinsi Jawa Barat terdiri dari kopi un tuk 1.430 ha, cengkeh 1.000 ha, dan teh 900 ha. Khusus Cianjur, bantuan reha bili tasi tanaman teh sebanyak 100 ha, ceng keh 200 ha, dan perluasan kopi arabika 150 ha. “Ini merupakan program penyaluran bi – bit gratis tersertifikasi kepada petani un – tuk intensifikasi dan rehabilitasi dalam mengentaskan kemiskinan. Dengan ini di – harapkan dapat meningkat produksi dan mensejahterakan rakyat,” tandasnya.