Category Archives: Parenting

Merawat Kulit Agar Sehat Dan Cantik

Tuntutan perempuan di era modern harus selalu terus menjaga kesehatan dan penampilan serta tampil lebih percaya diri setiap saat. Hal yang sayang sekali tidak dimiliki oleh perempuan sibuk adalah Me Time! Merawat diri ataupun mencari solusi untuk menyenangkan diri pun menjadi salah satu permasalahan yang patut diperhatikan.

Memahami kebutuhan tersebut, Bio-Oil bersama Beauty Boggers Meet-Up ikut berpartisipasi dalam acara Beauty Showcase 2015, menghadirkan talkshow bertema “Happy Skin, Beautiful Inside Out” di Senayan City, Jakarta (22/02). Corporate Spokesperson PT Radiant Sentral Nutrindo yakni Tiara Dwijayanti Lestari telah mengungkapkan bahwa, Tujuan kami ialah membentuk wanita agar memperoleh kulit yang sehat dan bahagia. Sehingga dapat tampil lebih percaya diri ketika melakukan aktivitas kesehariannya. Dengan motto Happy Skin is Happier Life.

Untuk mendapatkan kulit yang sehat, menurut Nurhayati ni, Product Manager, PT Radiant Sentral Nutrindo, seorang perempuan perlu memberikan asupan nutrisi yang seimbang pada kulitnya, baik dari luar maupun dalam. Sementara Bio-Oil merupakan produk perawatan kulit untuk membantu memperbaiki permasalahan kulit, khusunya scars dan stretch mark.

Bio-Oil juga efektif untuk kulit dehidrasi, mencegah penuaan dini, serta meratakan warna kulit yang tidak merata pada bagian wajah dan tubuh. BioOil diketahui sebagai DryOil yang bisa menyerap dengan cepa karena itulah tidak akan ada minyak lagi. Yang dibuat melalui terobosan bahan aktif dari Purcellin OilTM yang disatukan dengan vitamin A dan C. Tak hanya itu saja, campuran ekstrak dari tumbuhan alami seperti kalendula, rosemary, lavender dan kamomol nonacnegenic.

Gerakan Cegah Osteoporosis

Puncak peringatan ke-12 Hari Osteoporosis Nasional yang berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia, dihadiri oleh Mufi dah Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Gubernur DKI Jakarta, serta 15.000 generasi tua dan muda. Kampanye juga dihadiri Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi), Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi), dan Fonterra Brands Indonesia.

Ketua Perosi yakni Dr. Nicolaas Budhiparama, SpOT(K), mengungkapkan bahwa, Perosi dengan Fonterra Brands Indonesia telah melakukan banyak sekali kegiatan dalam mencegah terjadinya osteoporosis sudah lebih dari 10 tahun yang lalu.

Salah satunya dengan memperkenalkan senam pencegahan osteoporosis I dan II serta Osteo Dance.” Senam tersebut sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik, diharapkan dapat memelihara serta meningkatkan kekuatan dan kepadatan tulang bila dilakukan dengan baik, benar, terukur dan teratur (BBTT).

Saat yang sama, Paul Richards, Presiden Direktur Fonterra Brands Indonesia, mengatakan, “Fonterra melalui brand ANLENE secara konsisten mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai pentingnya pencegahan osteoporosis sejak dini. Selain mengonsumsi makanan dan minuman berkalsium, kami juga mengedukasi masyarakat untuk rajin bergerak.” Pihaknya juga secara terus-menerus melakukan pemeriksaan dini kepadatan tulang (Bone Scan) ke lebih dari satu juta orang Indonesia tiap tahunnya.

Pencegahan osteoporosis dapat dilakukan melalui aktivitas fisik/latihan fisik dengan pembebanan, paparan sinar matahari (vitamin D), serta gizi seimbang dengan kalsium dosis tinggi. Kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh adalah 1.000 mg untuk usia 19—50 tahun dan 1.200 mg untuk usia diatas 50 tahun. Konsumsi susu kalsium tinggi dapat membantu mengurangi risiko osteoporosis.

Untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing dapat mengikuti pelatihan di tempat les terbaik berbahasa Perancis di Jakarta.

Menghangatkan Si Kecil dengan Metode Kanguru

Pernah mendengar tentang metode kanguru? Metode kanguru ( kangoroo mother care/KMC) digunakan untuk menghangatkan bayi dengan tubuh ibunya sendiri. Bahkan sebenarnya boleh juga oleh ayahnya.

Prinsipnya, bayi diletakkan pada dada ibu yang mengenakan pakaian khusus KMC, sehingga bayi digendong/diletakkan dengan posisi yang memungkinkan terjadi skin to skin contac antara bayi dan ibu. Dengan cara demikian kehangatan tubuh bayi akan terjaga karena adanya hangat tubuh bundanya.

Metode KMC ini memang digunakan untuk perawatan bayi yang masih kecil (prematur) agar tidak selalu dalam inkubator dan terpisah dari ibunya. KMC bermanfaat agar terjalin ikatan batin dan emosional antara bayi dan ibu. Berbagai penelitian bahkan telah membuktikan metode ini memberikan efek luar biasa bagi kecepatan kesembuhan bayi yang sakit. Bahkan dengan metode ini bayi yang masih kecil dapat dirawat di rumah.

Namun tentunya ada batasan tertentu bayi yang seperti apa yang dapat dirawat secara KMC di rumah. Bayiyang boleh menggunakan metode ini biasanya adalah bayi yang sudah dalam kondisi stabil fungsi paru dan jantungnya, serta tidak dalam keadaan yang sakit berat. Selain itu juga beratnya juga harus di atas 1.800 gram.

Manfaat Bercerita

Mengasah kemampuan kognitif

Bercerita mampu mengasah kemampuan kognitif anak, diantaranya pemecehan masalah, pemahaman akan konsep, imajinasi, kreativitas, pengambilan keputusan, dan logika berpikir.

Mengembangkan kemampuan berbahasa

Kegiatan bercerita mengenalkan banyak kosakata baru pada anak. Semakin banyak kosakata yang dikenalnya, semakin banyak  juga konsep tentang sesuatu yang dikenalnya. Selain melalui kosakata, kemampuan berbahasa juga dapat diasah melalui ketepatan berbahasa sesuai dengan konteks hingga suasana emosi.

Mengembangkan kemampuan psikososial

Kemampuan psikososial anak, termasuk mengembangkan kemampuan sosial dan emosi anak, seperti: termapil dalam ekspresi diri, membentuk perasaan yang positif, mengatasi tekanan emosional, lebih peka terhadap diri sendiri, meningkatkan kontrol diri dan kompetensi. Termasuk terbinanya hubungan yang dekat dan lekat dengan orangtua.

Mengembangkan aspek moral

Cerita memiliki peluang yang sangat besar untuk menanamkan moralitas pada anak. Aspek moralm artinya berbicara tentang apa yang dianggap benar atau salah terkait pelanggaran atas hak orang lain. misal, mengambil barang milik teman tanpa seizin si pemilik.

Agar anak yang akan mengikuti tes IELTS berjalan lancar dan percaya diri tentunya dibutuhkan bekal. Untuk itu, tempat terbaik kursus persiapan IELTS Jakarta adalah pilihan yang tepat.

Bangganya Punya Anak Sukses

Lani Djuwita, ibunda juara IMSO (International Math Science Olympiad) 2013: Juoan Nadia (12) “Prestasi yang dicapai Joan adalah hasil ketekunannya. Ia tergolong anak yang disiplin. Dalam keseharian, ia sudah memiliki kesadaran sendiri untuk belajar, meski saya tidak mewajibkannya untuk itu. Saya harus !eksibel, agar anak tidak stres. Biasanya bila sedang tidak ada lomba, Joan akan menyiapkan dan mengerjakan tugas-tugas rutin sekolahnya. Itu saja sudah menghabiskan banyak waktu. Jadi, saya tidak pernah memaksakan ia melakukan latihan untuk mempersiapkan lomba.

Berbeda bila sedang musim lomba. Joan akan meluangkan waktu untuk belajar rutin setiap hari. Bahkan, ia rela mengorbankan aktivitas lainnya, seperti: latihan pianonya diliburkan dulu. Saya tidak perlu membuatkan jadwal khusus, Joan sudah bisa mengatur waktunya sendiri sehingga ia bisa lebih fokus. Untuk keperluan belajar untuk lomba, biasanya Joan akan meluangkan waktu secara khusus rata-rata 2 jam per hari. Joan belajar sambil ngemil atau mendengarkan musik.

Tak pernah saya memang membuat target untuk prestasi Joan, khawatir ia jadi stres. Saya hanya berpesan, do the best. Saya sering mengajak Joan ngobrol. Intinya, dia memiliki kemampuan lebih, untuk itu harus memiliki tanggung jawab, baik ke sekolah maupun instansi yang turut mendukung dan membentuk prestasinya. Dia uga harus bertanggung jawab kepada Tuhan yang sudah memberikan talenta istimewa. Saya tekankan ke Joan, ini yang terberat. Memang menjadi lebih berat bagi Joan. Tapi, itu akan membuatnya lebih berhati-hati.

Tugas lain dari orangtua adalah memberi dukungan moril agar mentalnya lebih siap ketika ia menang maupun ketika belum berhasil menjadi pemenang. Selain juga, mendampingi dan memberi dukungan setelah usai pertandingan, karena umumnya pelajaran sekolah dan tugas-tugasnya tertinggal sehingga ia harus mengejar ketertinggalan tersebut. Di sinilah orangtua sangat berperan. Saya terkadang sampai membantu mengerjakan tugastugas, seperti kliping, tapi sebatas menempel saja. Untuk materi, tetap Joan yang memilih.”