MRT Jakarta Mulai Uji Coba

JAKARTA — PT MRT Jakarta melakukan uji coba pertama rangkaian kereta mass rapid transit (MRT) di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, kemarin. Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, mengatakan uji coba kemarin berjalan dengan baik. “Sesuai dengan target MRT Jakarta,” kata William, melalui keterangan tertulis kemarin. William menerangkan bahwa uji coba dengan menggunakan system acceptance test (SAT) itu untuk melihat sistem persinyalan dan sistem telekomunikasi jaringan MRT. Uji coba dilakukan dengan menjalankan kereta di area depo Lebak Bulus. Uji coba kemarin, dengan mode automatic train protection (ATP), juga bertujuan melihat apakah pasokan listrik bekerja dengan baik. Pada tahap uji coba, kereta masih dikendalikan secara manual oleh masinis di area depo.

Selanjutnya, PT MRT Jakarta akan melakukan uji coba kereta dengan kecepatan rendah, medium, hingga tinggi. Ketika beroperasi penuh, kereta MRT Jakarta akan menggunakan teknologi persinyalan communication-based train control (CBTC) yang dikendalikan dari ruang pusat kendali operasi alias operation control center (OCC). Pengendalian rangkaian kereta tidak akan dilakukan masinis, melainkan oleh petugas di pusat ruang kontrol (traffic dispatcher). Menurut William, kelebihan sistem persinyalan ini memungkinkan pengaturan rentang waktu antarkereta yang lebih persis. Pembangunan seluruh jaringan dan fasilitas MRT fase 1 rute Lebak BulusBundaran Hotel Indonesia ditargetkan selesai pada Maret 2019. Sejauh ini, kemajuan pembangunan jaringan MRT sepanjang 16 kilometer telah mencapai 95,33 persen. Sedangkan perkembangan pembangunan depo layang telah mencapai 93,41 persen. Adapun pembangunan jaringan di bawah tanah sekitar 97,2 persen. Total biaya proyek MRT fase I adalah Rp 14,187 triliun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *